BALI — RantaiIndonesia.com, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali mendapat perhatian Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Bali, Drs. I Ketut Putra Wijaya, CRBD. Ia menyayangkan kondisi tersebut karena berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Dalam menyikapi persoalan tersebut, Ketua DPW PEKAT IB Bali didampingi Sekretaris DPW, I Dewa Nyoman Kramas Arya Oka, dan Ketua Srikandi DPW PEKAT IB Bali, Ni Made Ari Wiryaningsih.
Menurutnya, antrean panjang BBM tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan, menghambat pekerjaan, serta meningkatkan biaya transportasi masyarakat, termasuk pengguna ojek daring.
Ia mendorong pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kelancaran pasokan dan distribusi BBM. Informasi yang jelas mengenai ketersediaan stok dan penanganan di lapangan juga diperlukan agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Ketua DPW PEKAT IB Bali turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Persoalan ini, menurutnya, perlu disikapi dengan kepala dingin dan diselesaikan melalui koordinasi serta langkah nyata.
“Mari kita bersama-sama menjaga Bali tetap aman, damai, dan kondusif. Sampaikan aspirasi secara tertib dan jangan mudah terpancing provokasi. Kita berharap persoalan BBM segera teratasi agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” pungkasnya
(AA79/Redaksi Rantai Indonesia Independent)





